1
1
1
2
3
Kilasbenua.com SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan pentingnya kepastian anggaran untuk mendukung persiapan kontingen Kota Samarinda menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser.
Hal tersebut disampaikannya usai membahas kesiapan KONI Kota Samarinda, termasuk pelaksanaan seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada ajang olahraga terbesar di Kalimantan Timur tersebut. Sabtu, (18/7/2026)
Novan menjelaskan, dalam waktu dekat KONI akan menggelar rapat untuk memastikan jumlah cabang olahraga yang benar-benar dipertandingkan di Porprov.
“Besok KONI akan menggelar rapat untuk memastikan cabang olahraga mana saja yang akan dipertandingkan, Dari total 64 cabang olahraga, kami berharap seluruhnya dapat terlaksana sehingga proses persiapan dan mobilisasi atlet bisa dilakukan secara maksimal,” Ujarnya.
Menurutnya, kepastian nomor pertandingan menjadi hal penting agar setiap pengurus cabang olahraga dapat menyusun strategi dan mempersiapkan atlet secara lebih terarah.
Selain persoalan teknis pertandingan, Novan mengungkapkan tantangan terbesar yang saat ini dihadapi adalah ketersediaan anggaran bagi KONI Kota Samarinda.
Ia mengatakan, secara normatif alokasi anggaran melalui APBD Perubahan memang telah direncanakan Namun, terdapat kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi sebelum anggaran tersebut dapat direalisasikan.
“Persoalannya bukan hanya soal besaran anggaran, tetapi bagaimana kebutuhan awal seperti penginapan dan kebutuhan operasional lainnya dapat dipenuhi tepat waktu tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dan transparansi,” Katanya.
Ia menambahkan, seluruh daerah peserta Porprov tentu juga mempersiapkan anggaran untuk mendukung kontingennya.
Karena itu, Samarinda perlu mengambil langkah cepat agar tidak tertinggal dalam persiapan.
Novan juga mengungkapkan bahwa seluruh pengajuan anggaran dari cabang olahraga telah melalui proses Verifikasi yang cukup ketat.
Menurutnya, setiap cabor telah menyampaikan usulan kepada KONI, kemudian diverifikasi bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda hingga tiga kali.
“Verifikasi sudah dilakukan sampai tiga kali sehingga anggaran yang diusulkan benar-benar sesuai kebutuhan dan efisien. Tinggal sekarang bagaimana menyikapi kebutuhan anggaran di tahap awal pelaksanaan,” Jelasnya.
Ia menilai kebutuhan awal, khususnya biaya penginapan dan operasional kontingen, harus segera mendapatkan solusi agar persiapan atlet tidak terganggu.
Terkait besaran anggaran, Novan menyebut usulan dari KONI diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar untuk pelaksanaan Porprov, Namun usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD.
“Usulannya sekitar Rp10 miliar lebih, Tetapi kondisi fiskal daerah masih terus bergerak, sehingga perlu dibahas secara matang bersama TAPD untuk melihat kemampuan APBD dalam mengakomodasi kebutuhan tersebut,” Ungkapnya.
Ia menegaskan pembahasan anggaran tidak hanya difokuskan pada sektor olahraga, melainkan juga harus mempertimbangkan kebutuhan seluruh program pembangunan daerah.
Meski demikian, Novan berharap Pemerintah Kota Samarinda dapat menemukan formulasi terbaik agar kebutuhan kontingen Porprov tetap terpenuhi tanpa mengganggu keseimbangan keuangan daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana pesta olahraga ini dapat berjalan dengan baik dan atlet-atlet Samarinda bisa mengikuti Porprov dengan persiapan yang optimal,” Pungkasnya.
Penulis : Timah