1
1
Kilasbenua.com, SAMARINDA – Persiapan Atlet Samarinda menghadapi kompetisi mendatang terus dimatangkan, Bina Prestasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda bersama jajaran pelatih menyiapkan sejumlah program, salah satunya sparing day yang menjadi bagian dari pemusatan latihan.
Bina Prestasi IPSI Kota Samarinda, Hendra Wakhyu Hidayat, mengatakan sparing day akan dilaksanakan secara bertahap selama masa pemusatan latihan, Sedikitnya tiga hingga lima kali uji tanding disiapkan untuk mengukur perkembangan atlet sekaligus mematangkan kesiapan menghadapi pertandingan resmi.
“Untuk agenda sparing day sendiri mungkin ada sekitar tiga sampai lima kali pelaksanaan selama pemusatan latihan, Skemanya kami buat bertahap, mulai dari uji tanding internal dengan melibatkan perguruan-perguruan di Samarinda, Kalau memungkinkan, kami juga akan melakukan uji tanding lintas daerah,” ujar Hendra.
Menurutnya, variasi lawan menjadi penting agar atlet tidak hanya terbiasa menghadapi rekan satu daerah, Uji tanding dengan atlet dari luar Samarinda diharapkan memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan dan kesiapan atlet.
Hendra menjelaskan, sparing day tidak sekadar menjadi ajang untuk menguji kemampuan teknik. Kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai instrumen evaluasi menyeluruh, terutama terhadap kondisi fisik, taktik, serta penerapan materi latihan yang telah diberikan pelatih.
“Poin utamanya ada beberapa target, yaitu evaluasi fisik dan taktik. Kami ingin mengukur sejauh mana materi latihan harian dapat terserap dan terintegrasi saat bertanding,” jelasnya.
Selain mengevaluasi kemampuan teknik dan fisik, sparing day juga akan dibuat menyerupai suasana pertandingan resmi.
Langkah tersebut penting untuk membiasakan atlet menghadapi tekanan pertandingan sekaligus beradaptasi dengan aturan terbaru yang akan diterapkan pada kompetisi.
Perkuat Mental dan Jam Terbang
Hendra menilai pengalaman bertanding menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kesiapan atlet.
Karena itu, program uji tanding juga diarahkan untuk meningkatkan jam terbang dan membentuk mental bertanding, Atlet diharapkan mampu tampil lebih tenang, fokus, serta tidak mudah kehilangan konsentrasi ketika menghadapi situasi pertandingan yang sebenarnya.
“Yang terakhir, kami mencoba melakukan identifikasi atau deteksi kelemahan sejak dini. Dari momen-momen penting dalam sparing day ini, kami bisa menganalisis kekurangan atlet secara cermat untuk segera diperbaiki,” katanya.
Evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi tim pelatih untuk menentukan bagian-bagian yang masih perlu diperkuat sebelum atlet memasuki pertandingan resmi.
Optimistis Bersaing di Jalur Juara Umum
Dari sisi potensi, Bina Prestasi IPSI Kota Samarinda optimistis dengan kekuatan atlet yang dipersiapkan.
Pembinaan yang berjalan di berbagai perguruan pencak silat dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan regenerasi atlet.
Sejumlah atlet Samarinda juga telah memiliki pengalaman bertanding, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan tim pelatih optimistis Samarinda mampu bersaing dalam perebutan gelar juara umum.
“Dari sisi atlet, Samarinda memiliki pembinaan yang sangat kuat dan regenerasi dari berbagai perguruan, Banyak atlet yang sudah berpengalaman di tingkat nasional, Jadi target membawa Samarinda bersaing di jalur juara umum sangat realistis,” ungkap Hendra.
Kesiapan tersebut juga didukung jajaran pelatih yang memiliki pengalaman serta sertifikasi di tingkat daerah maupun nasional.
Perpaduan pelatih senior dan muda diharapkan mampu menghasilkan program latihan yang modern, terukur dan disiplin.
Perbanyak Uji Tanding, Evaluasi Fisik Jadi Perhatian.
Dalam waktu dekat, intensitas sparing day akan ditingkatkan, terutama untuk membantu atlet beradaptasi dengan aturan pertandingan terbaru.
Program tersebut juga menjadi kelanjutan dari sejumlah agenda try out yang sebelumnya telah dijalani, Tim pelatih akan melakukan evaluasi terhadap lawan dari berbagai daerah guna mendapatkan gambaran kekuatan calon pesaing.
Tidak hanya aspek teknik dan taktik, kondisi fisik atlet juga akan menjadi perhatian, Tes fisik secara berkala disiapkan untuk mengetahui perkembangan kebugaran atlet secara menyeluruh.
Koordinasi dengan KONI Kota Samarinda juga terus dilakukan, termasuk dalam pemantapan aspek mental, kebugaran dan kesiapan atlet.
Sebelumnya, atlet juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pemantauan kondisi fisik, Sebagian besar atlet dinilai telah memiliki pengalaman bertanding di level nasional.
Namun, persoalan cedera tetap menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi karena dapat memengaruhi komposisi dan kekuatan tim.
Hendra menegaskan pentingnya melakukan deteksi dini terhadap kondisi atlet, Jika ditemukan atlet yang mengalami cedera dan berpotensi tidak dapat tampil maksimal, tim pelatih harus segera menyiapkan alternatif pengganti.
“Kalau kami mengidentifikasi ada cedera yang memungkinkan atlet tidak bisa maksimal, kami harus segera mencari penggantinya.
Persoalannya, pengganti belum tentu memiliki level yang sama dengan atlet yang digantikan. Karena itu, kami akan melakukan identifikasi dan deteksi dini terhadap potensi tersebut,” tegasnya.
Dengan rangkaian sparing day, evaluasi fisik, pematangan strategi, adaptasi aturan pertandingan serta penguatan mental, Bina Prestasi IPSI Kota Samarinda berharap seluruh atlet dapat mencapai performa terbaik saat kompetisi berlangsung.
Hendra menambahkan, kesiapan tersebut tidak hanya ditujukan agar atlet unggul dari sisi teknik, tetapi juga memiliki kematangan fisik dan mental untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Intinya, kami ingin atlet benar-benar siap ketika masuk pertandingan resmi, Evaluasi dari setiap sparing day akan menjadi bahan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan sampai atlet berada pada kondisi terbaik,” tutup Hendra. (Tiemah)