1
1
Tim gabungan terus melokalisasi titik api di Pendingin, sementara Danrem meminta data hotspot satelit segera disinkronkan dengan laporan Babinsa.
Kilasbenua.com, KUTAI KARTANEGARA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus diperkuat untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman warga.
Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., turun langsung meninjau Posko Penanganan Karhutla di wilayah tersebut, Rabu (26/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi penanganan di lapangan sekaligus memastikan kesiapan personel dan koordinasi antarinstansi berjalan optimal.
Danrem didampingi Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman, S.AP. Setibanya di lokasi, ia memberikan pengarahan kepada Danramil, Kapolsek, dan Camat Sanga-Sanga.
Kegiatan dilanjutkan dengan video conference (vicon) bersama unsur Forkopimcam dan Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes.
Data Hotspot Jadi Perhatian
Salah satu penekanan Danrem dalam penanganan Karhutla adalah mempercepat sinkronisasi data hotspot satelit dengan kondisi nyata yang dilaporkan Babinsa.
Menurutnya, kesesuaian data sangat penting agar petugas dapat menentukan lokasi prioritas secara tepat.
“Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa sinergi antarinstansi berjalan optimal,” ujar Brigjen TNI Anggara Sitompul.
Ia menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh unsur. Mulai TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pihak swasta, hingga relawan masyarakat.
Koordinasi yang cepat diharapkan dapat mempercepat respons ketika ditemukan titik api baru sekaligus mencegah penyebaran api menuju kawasan yang dihuni masyarakat.
Tim Gabungan Masih Berjibaku
Di lapangan, tim gabungan masih melakukan upaya melokalisasi titik api di kawasan Pendingin.
Petugas menggunakan mesin pompa air portabel untuk menarik air dari sumber terdekat guna mendukung proses pemadaman.

Selain pemadaman, petugas melakukan pemetaan jalur api. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi arah pergerakan api dan melindungi permukiman warga di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut membuat kesiapan personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan Karhutla.
Danrem meminta seluruh petugas tetap mengutamakan keselamatan kerja, terutama saat menghadapi kepungan asap tebal dan kondisi cuaca yang ekstrem.
Warga Diminta Tak Buka Lahan dengan Membakar
Upaya penanganan tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi.
Danrem meminta jajaran terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Babinsa juga diminta memperkuat komunikasi dengan warga sehingga potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal.
Masyarakat yang menemukan kepulan asap atau titik api juga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada aparat maupun petugas terkait.
Menurut Danrem, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat karena petugas tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi seluruh wilayah yang rawan kebakaran.
Sinergi Jadi Kunci
Peninjauan langsung ke Posko Karhutla Sanga-Sanga menjadi bagian dari upaya Korem 091/ASN memastikan penanganan di lapangan tetap berjalan terkoordinasi.
Dengan memperkuat integrasi data, menjaga keselamatan petugas, meningkatkan patroli, serta melibatkan masyarakat, upaya pengendalian Karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat di sekitar kawasan Pendingin. (Timah)