1
1
Aldo Lucky Wijaya: Hotel ini dirancang menjadi destinasi prestisius dengan fasilitas modern dan pengalaman kelas internasional.
Kilasbenua.com, SAMARINDA — Pembangunan hotel bertaraf internasional resmi dimulai di Kota Samarinda. PT KSA Realty Indonesia menggelar seremoni peletakan tiang pondasi pertama (groundbreaking) proyek Courtyard by Marriott Samarinda di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Senin (20/4/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, serta dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, hingga Dinas PUPR.
Owner Representative Hotel Courtyard by Marriott Samarinda, Aldo Lucky Wijaya, mengatakan pembangunan tahap awal difokuskan pada pekerjaan pondasi, yang dikerjakan oleh PT Waskita Beton Precast.

Ia menyebut, terdapat ratusan titik pondasi yang akan ditanam dengan spesifikasi teknis tertentu.
“Pekerjaan dimulai hari ini dengan sekitar 404 titik pondasi, masing-masing memiliki kedalaman kurang lebih 52 meter menggunakan spun pile berdiameter 600 milimeter,” ujar Aldo kepada awak media di lokasi.

Setelah tahap pondasi selesai, pengerjaan struktur atas bangunan akan dilanjutkan oleh PT Recta Construction.
Sementara untuk pekerjaan arsitektur serta pengadaan fasilitas penunjang seperti lift, genset, dan sistem pengolahan limbah, pihak pengembang akan melakukan proses tender lanjutan.
Proyek hotel ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar dua setengah tahun, dengan estimasi penyelesaian pada September 2028.
Nantinya, bangunan akan berdiri setinggi 19 lantai dengan kapasitas sekitar 252 kamar, meski jumlah tersebut masih bersifat fleksibel.
“Jumlah kamar bisa menyesuaikan konfigurasi tipe, seperti suite atau family room, sehingga berkisar antara 240 hingga 250 kamar,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, hotel ini akan dilengkapi berbagai sarana penunjang, mulai dari restoran all day dining dan lobby di lantai dasar hingga fasilitas pertemuan.
Tercatat akan tersedia tujuh ruang meeting, serta ballroom berkapasitas hingga 1.000 orang.
Selain itu, fasilitas penunjang lainnya mencakup kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, area kafe, serta sistem parkir yang cukup luas.
Pengembang menyiapkan lebih dari 200 slot parkir mobil, puluhan parkir sepeda motor, area parkir bus, serta stasiun pengisian kendaraan listrik.

Aldo memastikan seluruh proses perizinan telah dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung.
Ia menegaskan, sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga telah dilakukan sejak awal.
“Tidak ada kendala perizinan. Kami bekerja sama dengan konsultan yang memahami regulasi, dan proses sosialisasi sudah berjalan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pengembang juga mengklaim berupaya meminimalkan dampak lingkungan.
Salah satunya dengan membantu penanganan persoalan drainase di sekitar lokasi proyek, melalui pembangunan sistem penampungan air hujan dan pompa yang terhubung ke saluran kota.
Dari sisi desain, bangunan hotel ini, dirancang oleh Sonny Sutanto dengan konsep arsitektur modern.
Desain fasad disebut memiliki karakter unik, serta mempertimbangkan orientasi pemandangan, termasuk ke arah Sungai Mahakam.
Pemilihan lokasi di kawasan Sungai Pinang Dalam juga dinilai sebagai strategi, untuk mendorong pertumbuhan wilayah kota yang lebih merata.
“Harapannya, kawasan ini ikut berkembang dan tidak hanya terpusat di pusat kota,” ujar Aldo.
Kehadiran hotel jaringan internasional ini, diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata dan bisnis di Samarinda, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Penulis: Timah