1
1
Kilasbenua.com, BALIKPAPAN — Upaya mendorong kesejahteraan masyarakat berbasis lingkungan, terus dilakukan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan pelabuhan ini mengembangkan kawasan pertanian warga di Kelurahan Kariangau, sebagai bagian dari kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Kota Balikpapan.
Program tersebut difokuskan pada pengelolaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digarap Kelompok Tani Cabe Ceria di RT 12.
Di lahan seluas sekitar 50 x 63 meter, warga memanfaatkan ruang terbatas menjadi area produksi tanaman hortikultura bernilai konsumsi dan ekonomi.
Sebanyak 19 anggota kelompok tani terlibat aktif dalam pengelolaan lahan, dan dengan pola tanam yang lebih terstruktur, hasil pertanian seperti cabai, tomat, terong, dan kemangi tidak hanya mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mulai dipasarkan untuk menambah pemasukan warga.

Untuk memperkuat kegiatan tersebut, KKT menyalurkan dukungan berupa sarana produksi dan fasilitas pendukung.
Bantuan yang diberikan meliputi ratusan bibit tanaman, puluhan karung pupuk organik, hingga perangkat penunjang seperti tandon air berkapasitas besar, mesin pompa, dan pelindung tanaman (paranet).
Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, menjelaskan bahwa program TJSL diarahkan pada kegiatan yang memiliki dampak berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan.
Menurutnya, pengembangan KRPL menjadi salah satu pendekatan efektif karena mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi warga.
“Melalui program ini kami ingin memastikan kehadiran perusahaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, dan tidak hanya membantu secara jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian melalui kegiatan produktif yang bisa terus berkembang,” ujarnya.
Inisiatif tersebut, dinilai selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas, khususnya di kawasan perkotaan.
Optimalisasi lahan terbatas menjadi solusi yang relevan, di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Ketua RT 12 Kariangau, Jarnoto, menilai bantuan yang diberikan perusahaan mampu meningkatkan semangat warga dalam mengelola lahan secara lebih serius dan terarah.
Ia menyebutkan, hasil pertanian yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi, kini mulai memiliki nilai ekonomi karena dapat dijual ke luar lingkungan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya dukungan ini. Warga jadi lebih semangat mengelola lahan, dan hasilnya juga mulai bisa menambah penghasilan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Cabe Ceria, Sri Hartati, berharap dukungan tidak berhenti pada tahap bantuan awal, tetapi juga berlanjut dalam bentuk pendampingan dan penguatan kapasitas kelompok.
“Kami ingin program ini terus berkembang. Harapannya, hasil panen bisa semakin meningkat dan memberi manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk anggota kelompok tetapi juga masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Penulis: Darsiah