Popular Posts

‎Ormas Kaltim Dorong Persatuan dan Peran Tepat Influencer dalam Pembangunan Daerah

Kilasbenua.com, SAMARINDA Ormas di Kaltim Tekankan Persatuan dan Peran Strategis Influencer dalam Pembangunan Daerah

KALTIM — Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kalimantan Timur menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah. Hal ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang juga membahas peran pemerintah, masyarakat, serta influencer dalam membangun citra positif Kaltim.

Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Suku Kalimantan (PKBSK), Dr. Thresia Hosanna, SH, MH, mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan pengelompokan terhadap golongan tertentu dalam proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan daerah harus bersifat inklusif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus menjaga persatuan dan kedamaian di Kalimantan Timur tanpa memandang kelompok tertentu. Saat ini, Kaltim membutuhkan sumber daya manusia yang siap bekerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya peran influencer dalam ruang publik dan pemerintahan. Menurutnya, kehadiran influencer perlu diapresiasi, namun harus diimbangi dengan figur yang memiliki pemahaman mendalam terkait pembangunan daerah dan dinamika politik.

“Saya mengapresiasi teman-teman influencer. Namun, perlu dipadukan dengan orang-orang yang benar-benar memahami persoalan dan mampu menyampaikan pesan secara positif dan konstruktif, khususnya di bidang politik, agar Kalimantan Timur tetap kondusif,” katanya.

Thresia menekankan pentingnya peran influencer dalam menyampaikan narasi yang tepat dan berbasis pemahaman yang baik. Ia mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan tanpa dasar yang jelas dapat berdampak pada citra pemerintah dan daerah.

“Kalau berbicara tentang pembangunan, influencer harus benar-benar memahami apa yang disampaikan, tidak asal bicara. Gunakan orang-orang yang tepat, termasuk influencer yang memahami aturan di Kalimantan Timur. Jika penyampaian informasi keliru, bisa berdampak pada citra pemerintah dan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, diberdayakan secara merata tanpa adanya diskriminasi. Menurutnya, kolaborasi yang inklusif akan memperkuat pembangunan yang berkelanjutan di Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perwakilan ormas juga menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Kalimantan Timur dalam forum diskusi tersebut. Mereka berharap ke depan kepala daerah dapat hadir langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Kami berharap gubernur dapat hadir untuk berdialog langsung dan mencari solusi bersama atas persoalan di Kaltim. Dengan begitu, akan terbangun sinergi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat,” ungkapnya.

Terkait agenda yang tengah menjadi perhatian publik, termasuk rencana kegiatan pada 21 April yang sempat viral, Thresia menilai hal tersebut sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap daerah.

“Mungkin ini bentuk kecintaan terhadap Kalimantan Timur, sehingga muncul agenda tersebut. Harapannya, ini bisa menjadi ruang dialog dari hati ke hati antara ormas, masyarakat, dan pemerintah,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini bukan lagi masa kontestasi politik, melainkan momentum untuk bersama-sama membangun daerah dengan semangat persatuan.

“Sekarang bukan masa pemilihan gubernur, tetapi masa membangun Kalimantan Timur dengan cinta. Kita ingin Kaltim dipandang hebat di mata dunia,” pungkasnya.

Penulis: Tmh