Popular Posts

Masjid An Najahur Rahman Samarinda Tebar Kepedulian, Daging Qurban Dibagikan untuk Muslim dan Non-Muslim


Kilasbenua.com, SAMARINDA — Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, pengurus Masjid An Najahur Rahman yang berada di Jalan Cut Mutia, Kota Samarinda, menggelar kegiatan penyembelihan hewan qurban pada Rabu (27/5/2026).

Kegiatan qurban tersebut, berlangsung dengan penuh kebersamaan dan gotong royong warga sekitar.

Usai pelaksanaan Sholat Idul adha, panitia mulai melakukan proses penyembelihan hewan qurban sekitar pukul 09.30 Wita.

Ketua Panitia Pelaksana Qurban Masjid An Najahur Rahman, Nanang, menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya menyembelih total empat ekor sapi dan satu ekor kambing yang merupakan hasil sumbangan warga serta dukungan sejumlah yayasan dan perusahaan.

“Setelah Sholat Idul adha sekitar jam 09.30 Wita kami memulai proses pemotongan hewan qurban. Total ada empat ekor sapi dan satu ekor kambing,” ujar Nanang.

Ia mengatakan, hewan qurban tersebut berasal dari partisipasi masyarakat sekitar, serta bantuan dari beberapa pihak yang turut mendukung kegiatan qurban di masjid tersebut.


“Itu hasil sumbangan warga di sini, kemudian ada bantuan dari Yayasan YONG JING satu sapi ,Perusahaan PT BAS satu kambing, Kami mengucapkan terima kasih kepada semuanya atas bantuan dan sumbangannya untuk qurban di Masjid An Najahur Rahman,” katanya.

Dalam proses pendistribusian daging qurban, panitia membagikan kepada warga di empat RT sekitar masjid.

Diperkirakan sebanyak 250 kepala keluarga menerima pembagian daging qurban tahun ini.

“Pembagiannya mencakup empat RT di sini, kurang lebih sekitar 250 kepala keluarga. Kami juga menyiapkan cadangan untuk warga yang belum terdata agar semuanya tetap bisa diperhatikan,” jelasnya.

Nanang menambahkan, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi pesan utama dalam pelaksanaan qurban tahun ini.

Menurutnya, pembagian daging qurban tidak hanya diperuntukkan bagi warga muslim, tetapi juga diberikan kepada warga non-muslim yang tinggal di lingkungan sekitar.

“Pesannya tentu kebersamaan dan gotong royong antarwarga, dan bahkan warga non-muslim juga kami berikan karena mereka sudah lama tinggal dan berdomisili di sini.
Jadi sifatnya saling berbagi, bukan hanya untuk muslim saja,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan qurban melibatkan banyak warga secara sukarela, tidak hanya panitia yang telah terdaftar secara resmi.

“Anggota panitia memang ada seksi-seksinya, tetapi banyak juga warga yang secara sukarela ikut membantu. Karena kegiatan ini sifatnya gotong royong bersama,” pungkasnya.

Penulis : Darsiah