1
1
1
2
3
Kilasbenua, SAMARINDA – Tradisi berbagi Bubur Asura kembali dilaksanakan di Langgar Al-Falah, Samarinda, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini menjadi momentum mempererat kebersamaan, sekaligus berbagi keberkahan kepada masyarakat luas.
Tahun ini, panitia menyiapkan sekitar 215 kilogram Bubur Asura, yang berasal dari sumbangan Masyarakat dan para Dermawan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring tingginya antusiasme warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan tersebut.
Pengasuh kegiatan, Muhammad bin Alwi Assegaf, mengatakan tradisi memasak dan membagikan Bubur Asura sebelumnya dilakukan secara terpisah oleh warga di beberapa gang.
Namun dalam beberapa tahun terakhir kegiatan dipusatkan di Langgar Al-Falah agar lebih terorganisir dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
”Alhamdulillah, kegiatan pembagian Bubur Asura ini sudah menjadi rutinitas kami. Dahulu dilakukan secara perorangan di gang-gang, kemudian disatukan di Langgar Al-Falah.
Setiap tahun ada peningkatan, baik dari jumlah bubur yang dimasak maupun partisipasi masyarakat yang ikut bersedekah,” Ujarnya.
Menurutnya, dari 215 kilogram bahan yang dimasak, panitia memperkirakan dapat menghasilkan lebih dari 3.000 porsi Bubur Asura.
Untuk mendukung proses memasak, panitia menggunakan lima hingga enam kawah besar yang bekerja sejak pagi hari.
”Kalau dihitung, jumlahnya lebih dari 3.000 porsi.
Insyaallah seluruhnya habis dibagikan, sampai setelah waktu Ashar.
Tahun ini juga ada tambahan kawah sehingga proses memasak lebih maksimal,” jelasnya.
Muhammad Bin Alwi Assegaf menuturkan, meningkatnya jumlah bubur yang diproduksi, tidak lepas dari tingginya keinginan masyarakat untuk berbagi kepada sesama.
Beliau menyebut kegiatan tersebut, sepenuhnya berasal dari dukungan masyarakat dan kembali diberikan kepada masyarakat.
”Ini murni dari masyarakat untuk masyarakat, Kami hanya menjadi perantara atau Wasilah saja.
Alhamdulillah, setiap tahun semakin banyak warga yang ingin ikut bersedekah dan berbagi kebahagiaan kepada sesama,” katanya.
Ia menjelaskan, tradisi Bubur Asura memiliki nilai sejarah dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk meneladani para nabi terdahulu, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
”Harapan kami tentu untuk membahagiakan Baginda Nabi Muhammad SAW dan mengikuti sunnah para Nabi terdahulu.
Tradisi ini mengajarkan kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur kepada Allah SWT,” Ungkapnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang pembagiannya lebih banyak difokuskan ke lingkungan RT sekitar.
Tahun ini Bubur Asura dibuka untuk masyarakat umum tanpa batasan wilayah.
Siapa pun dipersilakan datang untuk menerima bubur yang telah disiapkan panitia.
”Kalau sebelumnya lebih banyak dibagikan ke RT-RT sekitar, sekarang kami buka untuk umum.
Siapa saja boleh datang dan menerima Bubur Asura, Bahkan bagi warga yang datang dari lokasi yang cukup jauh, kami sarankan menggunakan jasa ojek atau transportasi daring, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Langgar Al-Falah berharap tradisi Bubur Asura dapat terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat Samarinda.
Penulis : Darsiah