Popular Posts

Rusdiansyah Ungkap Gagasan Wisata Edukasi Gunung Lonceng yang Dirintis Sejak 2015

Kilasbenua.com, SAMARINDA – Gagasan pengembangan kawasan Gunung Lonceng di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang, sebagai destinasi wisata edukasi ternyata telah dirintis sejak 2015.

Konsep tersebut digagas oleh Karang Taruna Semangat Pelopor Mangkupalas di bawah kepemimpinan Rusdiansyah dengan mengusung kawasan wisata terpadu yang memadukan olahraga, edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Rusdiansyah mengungkapkan, ide tersebut bermula dari aktivitas rutin mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dan Universitas Widya Gama, untuk melakukan kegiatan berjalan kaki dan olahraga di kawasan Gunung Lonceng sambil menikmati panorama Kota Samarinda dari ketinggian.

“Pada 2017 kami mulai mematangkan konsep itu menjadi program unggulan Karang Taruna dengan nama Wisata Edukasi Gunung Lonceng Mangkupalas,” ujarnya.

Menurutnya, konsep yang disiapkan tidak hanya menghadirkan lokasi wisata alam, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang, seperti jogging track, jalur sepeda gunung (bicycle track), menara pandang (wisata tower), pasar tradisional, arena outbound, taman baca, bumi perkemahan, hingga area bermain anak.

Selain itu, kawasan tersebut dirancang menjadi sarana edukasi bagi pelajar dengan memanfaatkan keberadaan sejumlah stasiun pemancar televisi di Gunung Lonceng.

Para siswa nantinya dapat belajar mengenai proses penyiaran televisi sekaligus menikmati berbagai wahana edukatif, termasuk spot foto bertema kru televisi.

Dalam mewujudkan rencana tersebut, Karang Taruna Semangat Pelopor Mangkupalas mengaku telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata Kota Samarinda, komunitas outbound, pengelola stasiun televisi, pemilik lahan, hingga masyarakat sekitar.

Namun, sebelum konsep tersebut dapat direalisasikan, sebagian kawasan puncak Gunung Lonceng lebih dahulu dikembangkan oleh warga setempat bersama pemilik lahan menjadi destinasi wisata yang kini dikenal masyarakat.

Meski demikian, Rusdiansyah menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan kondisi tersebut dan justru mengapresiasi hadirnya objek wisata yang dinilai memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami senang kawasan ini sudah menjadi destinasi wisata yang dikelola masyarakat, Harapan kami ke depan pengembangannya bisa lebih maksimal dan tidak hanya menjadi tempat menikmati pemandangan, tetapi juga menghadirkan berbagai fasilitas yang pernah kami rancang,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membangun kolaborasi dengan pengelola kawasan untuk mengembangkan kembali konsep wisata edukasi yang telah disusun sebelumnya.

Menurutnya, keberadaan jogging track, jalur sepeda, bumi perkemahan, taman baca, wisata tower, pasar tradisional, hingga arena bermain anak akan menjadikan Gunung Lonceng sebagai destinasi wisata terpadu yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Rusdiansyah juga menyebut pihaknya sebelumnya telah berkomunikasi dengan sejumlah pemilik lahan yang pada prinsipnya mendukung pengembangan kawasan apabila memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Potensi Gunung Lonceng sangat besar, Dari kawasan ini pengunjung dapat menikmati panorama Kota Samarinda secara 360 derajat, Tinggal bagaimana seluruh pihak bisa berkolaborasi agar kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata edukasi, olahraga, dan rekreasi yang lengkap,” pungkasnya.(SF/YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *