1
1
Prayunita Utami Tekankan Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Hunian Sementara Korban.
Kilasbenua.com, Kutai Timur – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (26/3/2026).
Sedikitnya 109 kepala keluarga (KK) terdampak, setelah puluhan rumah di tiga rukun tetangga (RT), yakni RT 01, RT 09, dan RT 10, hangus terbakar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, api diduga berasal dari salah satu rumah warga sebelum merembet cepat ke bangunan lain di sekitarnya.
Kondisi permukiman, yang didominasi rumah berbahan kayu dan jarak antar bangunan, yang rapat membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Akibat peristiwa tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi.
Posko darurat didirikan di wilayah Kecamatan Batu Ampar, guna menampung korban sekaligus menjadi pusat penyaluran bantuan logistik.
Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Prayunita Utami, bergerak cepat merespons bencana tersebut.
Sehari setelah kejadian, Jumat (27/3/2026), ia menyalurkan bantuan sembako ke posko pengungsian.
Ia memastikan bantuan yang diberikan dapat segera dimanfaatkan oleh warga terdampak, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
“Kemarin Saya sendiri yang pastikan bantuan sampai di posko, dan prioritas saat ini memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, terutama makanan dan tempat tinggal sementara,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (29/3/2026) malam.
Selain itu, Prayunita mengimbau masyarakat sekitar yang tidak terdampak, agar turut membantu para korban.
Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi musibah, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Menurutnya, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun penyediaan tempat tinggal sementara bagi keluarga terdampak.
Ia juga menegaskan akan terus memantau proses pemulihan pascabencana dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami bakal memantau proses pemulihan warga yang terdampak, dan saya sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait agar penanganan pascabencana tidak molor,” katanya.
“Yang terpenting saat ini, jangan ada warga yang kekurangan makanan, tidur tanpa atap dan alas,” pungkasnya.
Penulis: Andi